Sabtu, 14 April 2018

Jika Aku Menjadi Spanyol

Pada abad ke-15 hingga abad ke-17, negara-negara dari Eropa sedang marak-maraknya melakukan penjelajahan samudera untuk mencari rempah-rempah. Penjelajahan samudera dipelopori oleh Spanyol dan Portugis, dan membuat negara-negara di sekitarnya juga ikut melakukan penjelajahan samudera. Salah satu negara yang kaya akan rempah-rempah adalah Indonesia, negara kita sendiri. Oleh sebab itu, banyak negara-negara dari Eropa yang berlomba-lomba untuk mendapatkan rempah-rempah tersebut dengan cara kolonialisme. 

Dari negara-negara tersebut, negara yang paling menonjol adalah Inggris, Belanda, Spanyol, dan Portugis. Jika saya disuruh untuk memilih salah satu negara dari keempat negara tersebut, saya akan memilih Spanyol. Kalian mungkin akan bertanya, "Kenapa Spanyol?", "Kenapa Spanyol dari keempat negara tersebut?". Seperti yang saya beritahu sebelumnya, negara yang menjadi pelopor penjelajahan samudera adalah Spanyol dan Portugis. Spanyol memiliki teknologi yang maju dalam bidang perlayaran sehingga sangat mendukung penjelajahan samudera yang dijalani tersebut. Bukan hanya teknologi kapal atau perlayaran saja, Spanyol juga memiliki pelaut dan penjelajah yang handal seperti Ferdinan Magelhaens dan juga Christopher Columbus, orang yang menemukan benua Amerika. 

Jika saya menjadi orang Spanyol atau agar lebih mudah, seseorang yang memiliki jabatan di Spanyol saya sudah pasti akan berusaha untuk mendapat rempah-rempah di Indonesia karena Indonesia kaya akan rempah-rempah. Lalu, apa yang akan saya lakukan untuk mencapai hal tersebut? Saya tentu pertama-tama akan bersikeras agar kami, bangsa Spanyol, melakukan perlayaran ke arah Timur, sehingga kami dapat lebih mudah untuk menaklukan Jawa. Saya akan berusaha agar membuat Portugis melakukan perlayaran ke arah Barat sehingga kami dapat berlayar ke arah Timur. Hal tersebut mungkin akan menyebabkan benua Amerika bukannya ditemukan oleh orang kami, melainkan oleh bangsa Portugis. Tak apa-apa, karena Christopher Columbus juga menemukan Amerika secara tidak sengaja. Saya lebih memprioritaskan menaklukan "Surga Rempah-rempah" yaitu nusantara. Saya juga akan mencari informasi tentang peta negara Indonesia sehingga akan memudahkan untuk menyusun strategi.

Kapal-kapal kami akan dilabuhkan di dua tempat, yaitu Jawa bagian Barat dan Sumatera bagian Utara. Hal tersebut agar kami dapat dengan mudah menguasai selat-selat yang merupakan letak strategis seperti Selat Sunda dan Selat Malaka. Pertama-tama saya dan orang-orang Spanyol akan berusaha untuk mendapat hati dan simpati masyarakat nusantara. Saya akan membentuk suatu ikatan dagang antara Spanyol dan nusantara, dan pada akhirnya akan menimbulkan monopoli perdagangan yang akan sangat menguntungkan Spanyol. Perlahan-lahan pun Sumatera dan Jawa akan menjadi kekuasaan kami sepenuhnya. Dan kami akan memberlakukan wajib militer bagi masyarakat untuk berjaga-jaga terhadap Portugis yang kemungkinan besar berada di Indonesia bagian Timur.

Lalu bagaimana reaksi masyarakat nusantara? Karena awalnya saya dan orang-orang Spanyol menggunakan cara halus, maka masyarakat kemungkinan besar akan menyambut kedatangan kami. Namun lama-kelamaan setelah tercium bau-bau kolonialisme akan terdapat tindakan keras dari masyarakat nusantara, oleh karena itu kami harus selalu siap siaga apabila terjadi penyerangan.
Sekian, terima kasih.

Rabu, 04 April 2018

Teori Masuknya Islam ke Nusantara


1       



1. Teori Gujarat
Teori Gujarat adalah teori yang menyatakan bahwa Islam masuk di Indonesia berasal dari Gujarat, India. Teori ini dicetuskan oleh dua orang sejarawan, Snouck Hurgronje dan J. Pijnapel. Menurut mereka, Islam masuk ke Indonesia sejak awal abad ke 13 Masehi bersama dengan hubungan dagang yang terjalin antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang Gujarat yang datang.
Teori masuknya Islam di Indonesia yang dicetuskan Hurgronje dan Pijnapel ini didukung oleh beberapa bukti, di antaranya batu nisan Sultan Samudera Pasai Malik As-Saleh tahun 1297 yang bercorak khas Islam Gujarat, catatan Marcopolo, serta adanya warna tasawuf pada aliran Islam yang berkembang di Indonesia.
Selain memiliki bukti, teori ini juga mempunyai kelemahan. Kelemahan teori Gujarat ditunjukan pada 2 hal. Pertama, masyarakat Samudra Pasai menganut mazhab Syafii, sedangkan masyarakat Gujarat lebih banyak menganut mazhab Hanafi. Kedua, saat islamisasi Samudra Pasai, Gujarat masih merupakan Kerajaan Hindu.


2. Teori Persia

Teori ini menyatakan bahwa Islam yang masuk di Indonesia pada abad ke 7 Masehi adalah Islam yang dibawa kaum Syiah, Persia. Pencetus teori ini adalah Umar Amir Husen dan Hoesein Djajadiningrat. Mereka mencetuskan teori ini dengan beberapa bukti pendukung  yang antaranya adalah adanya kesamaan budaya Islam Persia dan Islam Nusantara (seperti adanya peringatan Asyura dan peringatan Tabut), kesamaan ajaran Sufi, penggunaan istilah persia untuk mengeja huruf Arab, kesamaan seni kaligrafi pada beberapa batu nisan, serta bukti maraknya aliran Islam Syiah khas Iran pada awal masuknya Islam di Indonesia.

Akan tetapi, teori ini juga memiliki kelemahan. Bila dikatakan bahwa Islam masuk pada abad ke 7, maka kekuasaan Islam di Timur Tengah masih dalam genggaman Khalifah Umayyah yang berada di Damaskus, Baghdad, Mekkah, dan Madinah. Jadi tidak memungkinkan bagi ulama Persia untuk menyokong penyebaran Islam secara besar-besaran ke Nusantara.

3. Teori Arab atau Teori Makkah

Teori Arab atau Teori Makkah menyatakan bahwa proses masuknya Islam di Indonesia berlangsung saat abad ke 7 Masehi. Islam dibawa para musafir Arab yang menyebarkan Islam ke seluruh belahan dunia. Tokoh yang mendukung teori ini adalah Van Leur, Anthony H. Johns, T.W Arnold, dan Buya Hamka.

Teori masuknya Islam di Indonesia ini didukung beberapa 3 bukti utama. Pertama, pada abad ke 7 Masehi, di Pantai Timur Sumatera telah ada perkampungan Islam khas dinasti Ummayyah, Arab. Lalu, madzhab yang populer kala itu khususnya di Samudera Passai adalah madzhab Syafii yang juga populer di Arab dan Mesir. Dan yang ketiga, adanya penggunaan gelar Al Malik pada raja-raja Samudera Pasai yang hanya lazim ditemui pada budaya Islam di Mesir.

Hingga kini, teori Arab dianggap sebagai teori yang paling kuat. Kelemahannya hanya terletak pada kurangnya fakta dan bukti yang menjelaskan peran Bangsa Arab dalam proses penyebaran Islam di Indonesia.


4. Teori China

Teori China yang dicetuskan oleh  Slamet Mulyana dan Sumanto Al Qurtuby baru baru ini menyebutkan bahwa  Islam masuk ke Indonesia karena dibawa perantau Muslim China yang datang ke Nusantara.

Teori ini didasari atas beberapa bukti yaitu adanya perpindahan orang-orang muslim China dari Canton ke Asia Tenggara pada abad ke 879 M, adanya masjid tua beraksitektur China di Jawa, raja pertama Demak yang berasal dari keturunan China (Raden Patah),  gelar raja-raja demak yang ditulis menggunakan istilah China,  serta catatan China yang menyatakan bahwa pelabuhan-pelabuhan di Nusantara pertama kali diduduki oleh para pedagang China.



 5. Teori Maritim

Teori Maritim pertama kali dicetuskan sejarawan asal Pakistan, N.A. Baloch. Teori ini menyatakan bahwa penyebaran Islam di Nusantara adalah karena kemampuan umat Islam dalam menjelajah samudera. Tidak dijelaskan darimana asal Islam yang berkembang di Indonesia, yang jelas menurut teori ini, masuknya Islam di Indonesia terjadi di sekitar abad ke 7 Masehi.


Sumber : www.ipsmudah.com